Nasehat Memilih Istri
Maret 01
2012
Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang
menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama
pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya
hanya gara-gara dia tidak cantik?!
Mereka, para
ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata,
cantik kan termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi. Mereka pun
mungkin akan bilang, haditsnya shahih lho. Tapi sayang, mungkin mereka nggak
baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih
selamat.
Mereka
mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan
cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung
di tolak khaaan?!
Ah, andai
saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin
kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat adalah yang
sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak adalah yang sanggup hidup kaya.
Semua kan bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau
nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.
Andai saja
mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang
sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang
diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan
bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas
kehidupan yang menyusahkan.
Mungkin para
ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang
pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita
tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin
mereka menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya
jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang
tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah.
Mereka akan
tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di
rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah
seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang
manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin
dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya.
Mungkin
sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri,
walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat
asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan
tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan
apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah
jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah
senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?!
Isteri yang
sholihah, dialah yang qanaah.
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.
Istri yang
sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah
Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.
Keluar rumah hanya untuk belanja atau pergi bersamasuaminya.
Dia tahu bahan makanan telah mengalami kenaikan harga,
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.
Ada juga
memang wanita yang bekerja di luar rumah,
tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.
Kau mungkin
bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.
Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,
karena yang cantik seperti bintang di langit
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.
Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.
Isteri yang
sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.
Di dalam cangkangnya dia senang berada,
menjaga diri dan tak mudah digoda.
Kau mungkin
harus menyelam untuk menemukannya.
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.
**
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih
baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]